Galaksi adalah sebuah system yang terikat oleh gaya
gravitasi yang dimana terdiri atas bintang, gas dan debu kosmik medium
antarbintang. Kata galaksi berasal dari bahasa Yunani, yaitu galaxias yang
berarti “susu”. Tipe - tipe galaksi berkisar dari galaksi kerdil yang terdiri
atas kira - kira sepuluh juta bintang hingga galaksi raksasa yang terdiri atas
kira - kira satu triliun bintang, dimana semuanya mengorbit pada pusat galaksi.
Matahari merupakan salah satu bintang yang berada di galaksi Bima Sakti,
termasuk planet Bumi dan semua benda yang mengorbit ke Matahari.
Kemungkinan besar terdapat lebih dari 100 miliar galaksi
pada alam semesta ini, dimana sebagian besar galaksi - galaksi ini berdiameter
antara 1000 hingga 100.000 parsec dan juga biasanya dipisahkan oleh jarak yang
dihitung dalam jutaan parsec ( atau bisa disebut dengan megaparsec ). Ruang
antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki kerapatan massa kurang dari satu
atom per meter kubik. Sebagian besar galaksi di alam semesta ini di organisasikan
ke dalam sebuah himpunan yang disebut Klaster, untuk kemudian membentuk
himpunan yang lebih besar yang disebut superKlaster. Struktur yang lebih besar
ini dikelilingi oleh ruang hampa di dalam alam semesta.
Ciri - ciri Galaksi
Ciri - cirinya adalah:
1.Galaksi mempunyai atau memiliki cahaya sendiri
dan bukan cahaya pantulan.
2.Jarak antara galaksi yang satu dengan galaksi
yang lainnya yaitu jutaan tahun cahaya.
3.Galaksi di alam semesta ini mempunyai bentuk -
bentuk tertentu, misalnya: bentuk Spiral contohnya itu adalah galaksi Bima
Sakti, bentuk eliptik atau elips dan bentuk tidak beraturan atau irregular
galaxies.
Bentuk
- bentuk Galaksi
Di
alam semesta ini ada banyak galaksi – galaksidengan berbagai ragam bentuk.
Hubble mengklasifikasikan galaksi - galaksi berdasarkan bentuknya ke dalam 3
kelompok utama, yaitu galaksi spiral, galaksi elips, dan galaksi tidak
beraturan.
1. Galaksi Spiral
Galaksi
berbentuk Spiral ini adalah galaksi yang memiliki populasi paling terbanyak di
alam semesta yaitu mencapai 80%. Galaksi ini memiliki struktur yang paling
teratur dengan pusat, selubung bulat dan piringan dengan spiral yang
mengelilingi ekuator galaksi. Salah satu contoh dari galaksi spiral ini adalah
galaksi Bima Sakti, yaitu tempat dimana planet Bumi berada.
2. Galaksi Elips/Eliptik
Galaksi
dengan bentuk spiral ini meliputi 17% dari seluruh populasi galaksi di alam
semesta. Bentuknya lebih sederhana dibandingkan dengan galaksi spiral, karena galaksi
ini hanya terdiri dari pusat dan selubung pipih. Galaksi spiral ini memiliki kerapatan
bintang lebih tinggi di bagian pusat dibandingkan dengan bagian ditepiannya.
3. Galaksi Tidak Beraturan/ Irregular Galaxies
Sebanyak 3% dari galaksi di alam semesta ini yang telah
diamati menunjukan bentuk yang tidak
beraturan. Bentuknya lebih seperti onggokan bintang dengan batas yang kurang
jelas. Berbagai contoh nyata galaksi ini antara lain awan Magellan kecil dan
besar yang merupakan tetangga galaksi kita yaitu galaksi Bima Sakti
Pola galaksi yang dirangkum dan
diklasifikasikan oleh Hubble ditafsirkannya sebagai perjalanan evolusi galaksi
di alam semesta dari bentuk yang awalnya sangat teratur menuju bentuk yang
tidak beraturan. Galaksi juga teramati bergerombol di alam semesta kita.
Kumpulan galaksi seperti ini disebut sebagai cluster of galaxies yang mengandung
puluhan hingga ribuan galaksi sebagai anggotanya.
Minggu, 17 November 2013
KOMET
Komet adalah benda langit yang
mengelilingi matahari dengan garis edar yang berbentuk lonjong atau parabolis.
Kata “Komet” berasal dari bahasa Yunani, yang artinya adalah “rambut panjang”
atau istilah lainnya adalah bintang berekor, namun istilah tersebut tidak tepat
karena komet ini sama sekali bukanlah bintang.
Komet terbentuk dari es dan debu.
Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh
dari Matahari. Ketika komet ini mulai mendekati Matahari, sebagian dari bahan penyusun
komet menguap dan membentuk kepala gas dan ekor. Komet ini juga termasuk ke
dalam sistem tata surya karena komet juga mengelilingi Matahari. Panjang “ekor”
komet dapat mencapai jutaan kilometer, bahkan beberapa komet menempuh jarak
yang lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet juga
membutuhkan ribuan tahun hanya untuk menyelesaikan satu kali mengorbit
Matahari.
Bagian - bagian Komet
Bagian - bagian komet terdiri dari
inti komet, koma, awan hidrogen, dan ekor. Bagian - bagian komet antara lain:
·Inti komet adalah sebongkah batu dan salju, yang
merupakan bagian yang sangat padat, diameternya mencapai beberapa kilometer dan
terbentuk dari penguapan bahan - bahan es penyusun komet yang kemudian berubah
menjadi gas.
·Koma, merupakan daerah kabut atau daerah yang
mirip tabir disekeliling inti. Koma tercipta saat mendekati Matahari yaitu
ketika sebagian inti meleleh menjadi gas.
·Lapisan Hidrogen, yaitu lapisan yang
menyelubungi koma, dan tidak tampak oleh mata manusia. Diameter awan Hidrogen
yaitu sekitar 20 juta kilometer.
·Ekor, yaitu gas bercahaya yang terjadi ketika
komet lewat di dekat daerah Matahari. Ekor komet arahnya selalu menjauh dari
Matahari. Ekor komet ini terdiri dari 2 macam, yaitu ekor debu dan ekor gas.
Bentuk ekor debu tampakberbentuk lengkungan, sedangkan ekor gas berbentuk
lurus.
Jenis - jenis komet
Berdasarkan bentuk dan panjang lintasannya, komet dapat di
klasifikasikan menjadi dua, yaitu:
1.Komet
berekor panjang, yaitu komet dengan garis lintasannya yang sangat jauh melalui
daerah - daerah yang sangat dingin sehingga berkesempatan menyerap gas - gas di
daerah yang di laluinya. Contohnya, komet Kohoutek dan komet Halley
2.Komet
berekor pendek, yaitu komet dengan garis lintasannya yang sangat pendek
sehingga kurang memiliki kesempatan untuk menyerap gas di daerah yang di
laluinya. Contohnya adalah komet Encke.
Nama - nama komet
Di era modern ini telah dikenal banyak nama - nama komet,
antara lain:
·Komet Kohoutek
·Komet Arend-Roland dan komet Maikos
·Komet Ikeya-Seki
·Komet Shoemaker-Levy
·Komet Hyakutake
·Komet Hale-Bopp
·Komet Lovejoy
·Komet Halley
·Komet Elenin
·Komet Encke
·Komet Brooks
·Komet Hartley
·Komet Swan
·Komet Lulin
·Komet Kopff
·Komet Bode
·Komet Holmes
Namun dari sekian banyaknya komet, disini saya hanya akan
menjelaskan sedikit tentang komet Halley.
Komet Halley adalah komet yang terlihat dari bumi setiap
75-76 tahun sekali, dan secara resmi diberi nama 1P/Halley. Nama umumnya
diberikan menurut dari nama penemunya yaitu Edmund Halley. Komet ini merupakan
komet paling terkenal di antara komet - komet lainnya, walaupun pada setiap
abad banyak komet berperiode panjang yang muncul dengan lebih terang dan lebih
dahsyat. Halley adalah satu - satunya komet dengan periode pendek yang tampak
dengan mata telanjang atau bisa dilihat langsung tanpa peralatan khusus.
Nih sob kalo mau liat videonya tentang komet Halley. Check this out.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay
menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika
Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran
juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih
Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada
perebutan berikutnya tahun pd 1984.
Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA
(sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di
Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama.
Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di
Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia
ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California.
Istilah “futsal” sendiri merupakan istilah international yang berasal dari kata spanyol atau portugis yaitu futbol dan sala. Dalam catatan sejarah olahraga futsal, kurang lebih sudah 17 kali diadakan kejuaraan futsal terkemuka atau Piala Dunia Futsal yang diadakan di berbagai belahan dunia.
Futsal di zaman sekarang ini telah menjelma menjadi olahraga yang di favoritkan dan di gemari banyak kalangan.
Futsal ini juga berbeda dengan olahraga sepak bola, dimana perbedaan
tersebut dapat kita lihat dalam hal jumlah pemain dalam tiap regu / tim
ataupun dalam hal luas lapangan, dimana luas lapangan futsal ini relatif
lebih kecil jika dibandingkan dengan lapangan sepak bola.
PERATURAN OLAHRAGA FUTSAL
Jumlah Pemain Futsal Per Tim
Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2 (tidak termasuk cedera)
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
Jumlah wasit: 2
Jumlah hakim garis: 0
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
Metode pergantian: “pergantian melayang” (semua pemain kecuali
penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja;
pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang
dimainkan dan dengan persetujuan wasit)
Dan wasit pun tidak boleh menginjak arena lapangan , hanya boleh di
luar garis lapangan saja , terkecuali jika ada pelanggaran-pelanggaran
yang harus memasuki lapangan
Luas Lapangan Futsal
Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis
gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m
lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif
Lama Permainan Olahraga Futsal
Lama normal: 2×20 menit
Lama istiharat: 10 menit
Lama perpanjangan waktu: 2×10 menit (bila hasil masih imbang setelah 2×20 menit waktu normal)
Ada adu penalti (maksimal 3 gol) jika jumlah gol kedua tim seri saat perpanjangan waktu selesai
Time-out: 1 per tim per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit
Teknik Dasar Dalam Futsal
a. Mengumpan ( Passing )
Passing
merupakan salah satu teknik dasar permainan futsal yang sangat dibutuhkan oleh
setiap pemain, karena dengan lapangan yang rata dan ukuran lapangan yang kecil
dibutuhkan passing yang keras dan akurat karena bola yang meluncur sejajar
dengan tumit pemain, sebab hampir sepanjang permainan Futsal menggunakan
passing. Untuk menguasai keterampilan passing diperlukan penguasaan gerakan
sehingga sasaran yang diinginkan tercapai. Dalam melakukan passing:
1. Tempatkan kaki tumpu disamping
bola.
2. Gunakan kaki bagian dalam
untuk melakukan passing.
3. Kunci atau kuatkan tumit agar
saat sentuhan dengan bola lebih kuat.
4. Kaki dalam dari atas di
arahkan ke tengah bola dan di tekan ke bawah agar bola tidak melambung.
5. Setelah sentuhan dengan bola
dalam melakukan passing ayunan kaki jangan di hentikan.
b. Menahan Bola ( Control )
Dalam
keterampilan control dalam Futsal harus menggunakan telapak kaki. Karena dengan
permukaan lapangan yang rata maka bola akan bergulir cepat sehingga para pemain
harus dapat mengontrol dengan baik, apabila menahan bola jauh dari kaki maka
lawan akan mudah merebut bola. Langkah - langkah yang harus dilakukan saat
menahan bola, yaitu:
1. Selalu lihat datangnya bola.
2. Jaga keseimbangan pada saat
datangnya bola.
3. Sentuh atau tahan dengan
menggunakan telapak kaki, agar bolanya diam dan mudah untuk dikuasai.
c. Mengumpan Lambung ( Chipping )
Keterampilan
chipping ini sering dilakukan dalam permainan futsal untuk mengumpan bola
dibelakang lawan atau dalam situasi lawan bertahan satu lawan satu. Teknik ini hampir
sama dengan teknik passing, perbedaannya terletak pada saat chipping
menggunakan bagian atas ujung sepatu dan perkenaannya tepat dibawah bola.
d. Menggiring Bola ( Dribbling )
Teknik
dribbling merupakan keterampilan penting dan mutlak yang harus dikuasai oleh
setiap pemain. Dribbling merupakan kemampuan dimana setiap pemain dalam
menguasai bola sebelum diberikan kepada temannya untuk menciptakan peluang
dalam mencetak gol, yang perlu diketahui dalam teknik Dribbling, yaitu:
1. Kuasai bola serta menjaga
jarak dengan lawan.
2. Jaga keseimbangan badan pada
saat mendribbling bola.
3. Sentuhan bola harus
menggunakan telapak kaki secara berkesinambungan.
4. Fokuskan pandangan setiap kali
sentuhan dengan bola .
e. Menembak ( Shooting )
Shooting
merupakan teknik dasar yang harus dikuasai oleh setiap pemain, teknik ini
merupakan cara untuk menciptakan skor atau gol. Karena seluruh pemain futsal
dapat kesempatan untuk menciptakan gol dan memenangkan pertandingan atau
permainan. Shooting dapat dibagi menjadi 2 teknik, yaitu shooting punggung kaki
dan shooting ujung kaki. Teknik shooting menggunakan punggung kaki antara lain:
1. Tempatkan kaki tumpu disamping
bola dengan jari - jari kaki lurus menghadap arah gawang.
2. Gunakan bagian punggung kaki
untuk melakukan shooting.
3. Konsentrasikan pandangan kea
rah bola tepat ditengah - tengah bola pada saat kaki menyentuh bola.
4. Kunci atau kuatkan tumit gr
saat sentuhan dengan bola lebih kuat.
5. Posisi badan agak dicondongkan
kedepan.
6. Setelah sentuhan dengan bola
dalam melakukan shooting ayunan kaki jangan dihentikan.
Teknik
shooting dengan menggunakan ujung kaki sama halnya dengan shooting menggunakan
punggung kaki, hanya bedanya pada saat melakukan shooting perkenaan kaki tepat
di ujung kaki.
Nih gan video trik futsal dari Falcao.
Senin, 04 November 2013
SOFTBALL Sejarah Permainan Softball
Permainan softball diciptakan oleh George Hansock (Amerika Serikat).
Permainan softball pertama kali dimainkan di Chicago. Peraturan
permainan dibuat oleh Lewis Robert tahun 1906 dan pada tahun 1916
diperbaiki oleh Matthew.
Pada tahun 1930, ada perubahan permainan dari indoor ke outdoor oleh H.
Ficher dan M.J Ponley. Pada tahun 1968, permainan softball ini mulai diperkenalkan
di Asia, khusunya yaitu pada kejuaraan di Manila, Filipina. Softball pertama kalinya
dipertandingkan di Indonesia pada PON VII di Surabaya tahun 1969.
Peraturan Peraturan di Dalam Permainan Softball,antara lain:
a. Lapangan
Ukuran lapangan softball adalah sebagai berikut:
Panjang setiap sisinya 16,76 meter.
Jarak dari home base ke tempat pelempar adalah 13,07 meter.
Tempat pelempar berdiri (pitcher plate, berukuran 60 x 15 meter)
Permainan softball mempunyai tiga tempat hinggap pelari yang disebut
base. Base terdiri atas base I, II, dan III, sedang base IV langsung
tempat untuk memukul (home base). Setiap base terdiri dari karet atau
kanvas yang merupakan bantalan, dengan ukuran masing-masing base 38 x 38
cm, dan tebal 5-12,5 cm, kecuali home base berukuran 42,5 x 21,5 cm,
sisi puncaknya berukuran 30 cm.
Perpanjangan garis dalam home base ke base I dan II disebut garis
batas/sector, gunakanya untuk menentukan bola itu jatuhnya di dalam atau
di luar garis batas.
b. Perlengkapan pemain
Pemain penjaga menggunakan glove (sarung tangan) terbuat daari kulit
agak tebal, berukuran 38 x 38 dan beratnya 283 gram, selain itu penjaga
belakang menggunakan pelindung muka (face mark) dan pelindung badan
(body protektor)
Bola terbuat dari kulit yang di dalamnya terdiri atas campuran gabus dan karet. lingkaran bola 30 cm dan berat bola 190 gram.
Alat pemukul atau stick yang dipakai harus sesuai dengan ketentuan
yang dikeluarkan oleh PB PERBASASI yang panjangnya tidak lebih dari 40
cm.
c. Peraturan permainan softball
Jumlah pemain dalam satu regu terdiri dari 9 orang
Pertandingan dipimpin oleh wasit, disetiap base ditempatkan seorang pembantu wasit (umpire) yang disebut base umpire
Lamanya permainan ditentukan oleh inning, yaitu sebanyak 7 inning.
Adapun yang dimaksud satu inning adalah setiap regu bermain sekali
giliran memukul dan sekali giliran menjaga.
Untuk menentukan siapa yang menjadi regu penjaga (home team/ HT) dan
siapa yang menjadi regu pemukul (visiteing team/VT) harus dilakukan
undian (toss) dengan uang logam.
Nih video buat kalian semua yang ingin belajar cara memukul bola kasti.